Wednesday, January 21, 2009

SAVE PALESTINE

0 komentar



DOWNLOAD MP3nya di
http://www.ziddu.com/download/3256337/we_will_not_go_down.mp3.html

WE WILL NOT GO DOWN
(Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009


A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Read full story

Tuesday, January 20, 2009

MER Grup Lawak yang Lolos Audisi Srimulat

0 komentar

MER Grup Lawak yang Lolos Audisi Srimulat Jawa Pos
Terbiasa Ngelawak di Depan Anggota Pramuka

Tidak mudah untuk bisa membuat mengocok perut atau membuat orang tergelitik. Seperti yang dialami grup lawak MER dari Ngoro yang lolos audisi Srimulat yang digelar Jawa Pos. Meski baru seusia jagung, grup lawak yang digawangi tiga pemuda itu mampu eksis, bahkan sempat lolos audisi API TPI 2005 lalu.

MOCH CHARIRIS, Mojokerto

MENJAMURNYA grup lawak baru dan komedian yang belakangan menghiasi layar televisi, mendorong kaum muda di daerah berlomba-lomba menujukkan kemampuan mengocok perut. Seperti Grup MER dari Desa Wates, Kecamatan Ngoro, yan diawaki Mulyono, Ichwannudin dan Rihendri.
Meski baru berdiri tahun 2005, namun grup lawak kawakan itu berhasil lolos manggung bersama Srimulat. ’’Ya syukurlah bisa manggung bersama Srimulat,” ujar Mulyono, pentolan MER saat ditemuai di rumahnya Desa Wates. Meraih prestasi lolos di ajang audisi Srimulat yang digelar Jawa Pos pada 11 Januari merupakan kejutan.
Sebab, dari usia dan pengalaman yang didapat masih sebatas umur jagung. ’’Yang penting pede dan bisa melawak itu saja modalnya,” katanya. Dari 13 kontestan yang lolos yang bertarung di panggung audisi, MER mampu membuat tim dewan juri bahkan anggoata Srimulat ketawa.
Tidak heran jika mereka masuk dalam kategrori kelompok ’’unggulan’’ yang terpilih adalah GKD Keppontren, Bayoned, dan MER. Mereka sukses meraih poin positif para juri plus mengocok perut penonton audisi.
’’Awalnya tidak percaya karena mereka cukup kocak dan banyak pengalaman,” timpal Mulyono yang kini usianya menginjak 36 tahun. Bapak satu anak ini lantas bercerita, kemampuan mengocok perut sebelumnya didapat arek-arek Ngoro ini dalam kontes Audisi Pelawak Indonesia (API) 2005 lalu. Meski hanya meraih 16 besar. Tepat saat mereka membentuk grup lawak MER, kependekan dari Mojokerto Edan Rek.
’’Nama itu kami buat biar mudah dikenal saja,” jelas Mulyono sembari menunjukan foto-foto selama mereka mengikuti audisi API Jakarta. Berbeda dengan grup lawak lain, ketiga pelawak yang berprofesi sebagai pembina Pramuka SMP Negeri Ngoro untuk sekadar mencari bahan saat manggung, hanya mengandalkan insting saat membina pramuka.
’’Biasanya di sela-sela membina. Kadang melawak di depan anak-anak Pramuka.” tuturnya. Bila sedang tidak ada kontes audisi, anggota MER biasa memenuhi panggilan dari masyarakat yang menggelar hajatan. Atau sekadar ingin perutnya dikocok.
Untuk satu kali manggung, kata Mulyono mereka tidak mematok honor. ’’Tidak pakai horor-hororan (honor-honoran, Red). Ya seikhlasnya saja,” bebernya. Karena belum adanya kesamaan dan kekompakan saat manggung selama perjalananya MER acapkali berganti personel. Tepatnya menjelang adisi API di TPI.
Namun, dengan jarak usia yang tidak sepadan, Mulyono 36 dan Ichwanuddin yang baru menginjak kelas 3 SMA serta Rihendri pemuda berusia 24 tahun seorang buruh pabrik, kekompakan dan kesamaan mereka diatas panggung terlihat kental. ’’Nggak tahu ya mungkin karena sering bertemu kita bertiga bisa kompak,” jelas Ichwanudin.
Seiring dengan prestasi yang didapat dengan kemampuan terbatas, MER berharap bisa meraih prestasi lebih. Seperti halnya kelompok komedian legendaris Warkop DKI (Dono, Kasino dan Indro).
’’Itu memang cita-cita kami. Karena bisa menghibur dan terkenal rasanya keinginan semua grup lawak dan komedían,” celoteh Rihendri. Hanya saja dengan kemampuan dan jam manggung yang terbatas, ketiga pria tersebut menyadari untuk mencapai komedían terkenal butuh waktu panjang.
Termasuk usaha keras dari masing-masing personel. ’’Tapi yang penting sekarang kita tetap berusaha semampunya. Asal bisa membuat orang tertawa kami sudah senang,” tambah Rihendri sembari berpose di hadapan kamera. (yr)
Read full story

Pabrik Tisue Ludes Terbakar

0 komentar

Kerugian Ditaksir Capai Rp 70 Miliar
MOJOSARI – Diduga karena gesekan antar mesin yang mengeluarkan percikan api, sebuah pabrik tisue berkualitas eskport PT Sopanusa Minggu (18/1) kemarin pagi sekitar pukul 05.15 ludes terbakar.
Kobaran api terjadi tepat di ruang gudang piper mile atau gudang penyimpanan hasil produksi. Meski tidak ada korban jiwa, namun amukan di jago merah menyebabkan kerugian hingga 7 juta USD atau setara dengan sekitar 70 miliar. Serta seorang karyawan bernama Zakaria mengalami luka bakar di bagian kaki saat berusaha memadamkan api. Beruntung, warga Desa Jatikalang Kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo itu segera mendapat pertolongan. Sehingga berhasil lolos dari luapan api yang semakian membesar.
Informasi yang berhasil dihmpun Radar Mojokerto di lokasi, kobakaran bermula ketika mesin produksi sedang beroperasi seperti biasa. Namun, tidak diketahui jelas, mendadak terjadi pergesakan antara satu mesin produksi bagian mesin lainya. ” Kami melihat percikapan api tiba-tiba muncul dari gesekan antar mesin,” ungkap salah satu karyawan di sela-sela membantu memadamkan api.
Meski tidak sampai mengeluarkan kobaran api, namun percikan bagian mesin berwarna merah api itu lantas menjalar ke tumpukan tisue siap jual lokasinya berdekatan. Tak syak, luberan butiran panas itu memuculkan asap dari tumpukan kertas tisu. Tidak membutuhkan waktu lama, letupan api pun dengan cepat membesar. Beberapa karyawan yang sedang menjalankan aktivitasnya lantas berhamburan menghindari kobaran api yang cepat menjalar ke setiap sudut penyimpanan tisu. “ Tidak lama setelah terjadi kobaran api, beberapa karyawan berusaha memadamkan api sebisanya. Tapi api terus membesar,” ujar Mintono salah satu dewan direksi PT Sopanusa. Dalam usahanya memadamkan api, Zakaria salah satu karyawan terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit terdekat, karena mengalami luka bakar di kaki bagian kiri.
Tidak hanya ratusan ton menghanguskan hasil produksi bernilai pululan miliaar, api juga dengan cepat merembet ke hampir semua mesin produksi. Tidak heran jika dalam waktu dua jam, kobaran api menghanguskan hampir semua bagian ruang kerja karyawan dan produksi milik PT. Sopanusa. Sementara itu api berhasil dipadamkan setelah enam unit mobil pemadam kebakaran (PMK) masing-masing dari Pemkab Mojokerto, Pemkot Mojokerto, Pemkab Pasuruan dan Pemkab Sidoarjo serta dua PMK dari NIP sendiri di datangkan kelokasi kejadian. Agar kobaran api tidak merembet ke pabrik yang lain, dibantu para keryawan PT Sopanusa, petugas PMK lantas bergegas melakukan upaya pemadaman disusul dengan pembasahan ke semua panel mesin.
Mintono menambahkan, untuk sementara keterangan dari beberapa saksi pemicu kebakaran tersebut memang terjadi bagian unit tiga paper mile berisi mesin utama yang digunakan memproduksi kertas tissue. “ Pergesekan terjadi pada bagian mesin hidran yang menimbulkan percikan api dan menjalar ke tumpukan tissue,” terangnya. Atas peristiwa tersebut pihak managemant PT Sopanusa mengaku mengalami kerugian yang ditaksir mencapai 7 juta USD. Dari pantau koran ini hingga siang hari petugas PMK terlihat masih melakukan pembasahan di sekitar lokasi kebakaran. Mengantisipasi terjadinya kebakaran susulan karena pada bagian gelondongan kertas tissue masih terdapat kepulan asap. Sementara itu Kapolsek Ngoro AKP Kusbudiyono mengatakan, untuk menyipulkan penyebab kebakaran saat ini kasus tersebut lantas di tangani petugas Polres Mojokerto guna melakukan penyelidikan lebih dalam. “ Tapi sekarang api sudah berhasil dipadamkan semua,” katanya saat dihubungi sekitar pukul 16.45. (ris)
Read full story

Pengukuhan Ranting dan Pemantapan PAC Partai Barnas

0 komentar


Cetak Kader Militan Songsong Pemilu 2009,Optimis Raih 9 Kursi
MOJOKERTO – DPC Partai Barisan Nasional (Barnas) Kabupaten Mojokerto merapatkan barisan untuk menyongsong Pemilu, April 2009. Salah satunya dengan melakukan pengukuhan 304 Ranting dan pemantapan Pengurus Anak Cabang (PAC) se- Kabupaten Mojokerto, Minggu (18/1) kemarin, di GOR Wijaya Kusuma Mojosari.
Selain dihadiri pengurus dan para petinggi partai bernomor enam, sedikitnya 1.300 kader lengkap mengenakan atribut dan kostum partai membirukan gedung olahraga itu. Petinggi partai yang hadir diantaranya Wakil Ketua Bidang Politik DPP Barnas Moh Gempar Soekarno Putra, Kordinator Wilayah (korwil) Barnas Provinsi Jawa Timur Achmad Fauzi serta Wakil Sekjen DPP KH Basaibuan dan Ketua DPD Partai Barnas Jawa Timur Lusiati Fauzi . Berkesempatan hadir pula, Bupati Mojokerto Suwandi dan Wakil Bupati Wahyudi Iswanto.
Pengukuhan dan pemantapan bagi pengurus ranting dan PAC dilakukan sendiri ketua Partai dan pengurus harian DPC. Ketua DPC Barnas Kabupaten Mojokerto Tasirin, mengatakan, digelarnya pengukuhan dan pemantapan tersebut merupakan bagian dari fungsi dan tugas pengurus di tingkat PAC dan ranting. Sebab selama ini baru dilakukan di tingkat DPC selaku jajaran pengurus di tingkat kabupaten.
Menghadapi pileg dan pemilu 2009 ini, Tasirin berharap meratanya kader di seluruh ranting dan PAC mampu mendongkark perolehan suara dalam legislatif yang digelar pada 9 April mendatang, sesuai target. Yakni dari 15 calon legislatif (caleg) yang ada di lima daerah pemilihan (dapil) mampu mengantongi sembilan kursi sebagai wakil rakyat. ”Kami optimistis jika di masing-masing dapil mampu memperoleh satu kursi,” ujarnya di hadapan ribuan kader.
Otimisme perolehan kursi yang disampaikan Tasirin adalah bagian obsesi yang harus diwujudkan. Moh Gempar Soekarno Putra selaku Wakil Ketua DPP Barnas mengakui hal itu. Membludaknya kader partai dalam pengukuhan dan pemantapan membuat putra sang proklamator Soekarno merasa yakin, dalam pentas demokrasi 2009, partainya bisa mengukir sejarah baru. ”Meski kita berbeda ras, suku atau parpol sekalipun, yang penting tetap menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika,” katanya saat berorasi mirip mantan Presiden Soekarno.
Sementara itu Bupati Mojokerto Suwandi yang berkempatan hadir menyampaikan, dengan banyaknya partai tidak lantas menyurutkan kobersamaan dan komitmen dalam membangun pemerintahan Kabupaten Mojokerto ke depan.
Sebab, tanpa itu, perwujudan daerah seperti yang diharapkan masyarakat akan sulit tercapai. ”Kalau sudah ada komitmen dan kebersamaan, selanjutnya harus disertai keikhlasan. Karena dengan tiga hal itu apapun masalahnya bisa dengan mudah dihadapi,” terangnya. (ris/adv)
Read full story

Saturday, January 17, 2009

KEUNGGULAN ITIK MOJOSARI SEBAGAI ITIK PETELUR

0 komentar


MOJOSARI-Itik merupakan salah satu komoditas pertanian unggulan di DKI Jakarta. Populasinya meningkat dari tahun ke tahun dan saat ini mencapai sekitar 56.000 ekor. Pemerintah DKI Jakarta mencanangkan komoditas itik sebagai komoditas unggulan Wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara pada 5 tahun mendatang.
Salah satu masalah dalam pengembangan itik di DKI Jakarta adalah rendahnya produktivitas karena kurangnya ketersediaan bibit itik yang baik kualitas genetiknya. Itik yang ada saat ini beragam kualitas maupun asalnya. Untuk itu diperlukan dukungan penyediaan itik unggul yang memiliki produktivitas tinggi, menghasilkan telur yang rasanya enak dan digemari konsumen.
Jenis Itik di DKI Jakarta
Itik Indonesia mula-mula berasal dari Jawa, di Inggris itik ini dikenal dengan nama INDIAN RUNNER (Anas javanica). Itik jenis ini umumnya disebut itik Jawa, karena tersebar dan berkembang di berbagai daerah di Pulau Jawa.
Berbagai jenis itik lokal dikenal penamaannya berdasarkan wilayah asal dan sifat morfologis seperti itik Alabio, itik Tegal dan itik Mojosari. Itik yang banyak dibudidayakan di DKI Jakarta antara lain itik Tegal, itik Mojosari, itik Bali, itik Alabio dan itik Maros, dengan ciri-ciri sebagai berikut:4 Kepala kecil leher agak panjang.
Paruh agak pipih dan tipis.
Badan kuat bentuk bulat panjang, berdiri tegak lurus ke atas seperti botol bir.
Warna bervariasi, warna dominan coklat muda dengan warna kaki kuning, hitam atau kemerahan.
Berat betina rata-rata 2 kg dan berat jantan rata-rata 2,5 kg.
Produksi telur 200-300 butir/tahun dengan berat rata-rata 70 gram.
Itik Unggul Mojosari
Itik Mojosari merupakan salah satu itik petelur unggul lokal yang berasal dari Kecamatan Mojokerto Jawa Timur. Itik ini berproduksi lebih tinggi dari pada itik Tegal. Itik Mojosari berpotensi untuk dikembangkan sebagai usaha ternak itik komersial, baik pada lingkungan tradisional maupun intensif.
Bentuk badan itik Mojosari relatif lebih kecil dibandingkan dengan itik petelur lainnya, tetapi telurnya cukup besar, enak rasanya dan digemari konsumen.
Ciri-ciri itik Mojosari, antara lain:.4 Warna bulu kemerahan dengan variasi coklat kehitaman, pada itik jantan ada 1-2 bulu ekor yang melengkung ke atas.
Warna paruh dan kaki hitam.
Berat badan dewasa rata-rata 1,7 kg.
Produksi telur rata-rata 230-250 butir/tahun.
Berat telur rata-rata 65 gram.
Warna kerabang telur putih kehijauan.
Masa produksi 11 bulan/tahun.
Itik Mojosari yang bertelur pertama kali pada umur 25 minggu memiliki masa produksi lebih lama, bisa sampai 3 periode masa produktif.
Setelah umur 7 bulan produksinya mulai stabil dan banyak. Dengan perawatan yang baik produksi perhari dapat mencapai rata-rata 70-80% dari seluruh populasi
Adaptasi Itik Mojosari di DKI Jakarta
Itik Mojosari cukup beradaptasi di DKI Jakarta. Hasil pengkajian IP2TP Jakarta di Wilayah Kelurahan Rorotan Jakarta Utara menunjukkan bahwa itik ini mampu berproduksi sekitar 203 butir per tahun, lebih tinggi dari itik lokal yang berproduksi sekitar 188 butir per tahun.
Hasil tersebut diperoleh dengan pemberian pakan sebanyak 150 gram/ekor/hari. Pakan yang diberikan memiliki kandungan protein 21% dan energi untuk bertelur sebesar 2.970 kilo kalori per kg.
Kualitas telur yang dihasilkan cukup baik dilihat dari ukuran, warna kuning telur, tebal kerabang dan kekentalan putih telurnya. Berat telurnya rata-rata sekitar 64,5 gram per butir.
Kecocokan itik Mojosari di Wilayah DKI Jakarta, juga dapat dilihat dari tingkat kematian yang hanya 0,75% dan kekebalan yang lebih tinggi terhadap penyakit dan parasit.
Sumber: LIPTAN BPTP JAKARTA, No.: 03/LIPTAN/BPTP JKT/2001
Read full story

WARNA WARNI KEHIDUPAN

0 komentar



Read full story

ULANG TAHUN KE 50 GAPENSI BAGIKAN SEMBAKO

0 komentar


MOJOKERTO _Usia 50 ternyata membuat siapapun akan berpikir lebih matang. Tak terkecuali sebuah organisasi. Di ulang tahunnya ke 50, Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) yang jatuh pada 8 Januari lalu, membuat anggotanya tertantang untuk lebih mengendepankan kepentingan wong cilik. Ini tercermin seperti dilakukan BPC Gapensi Kab Mojokerto. Meperingati ulang tahunnya tersebut, kemarin (16/1) mereka membagikan sebanyak 100 paket sembako kepada warga miskin sekitarnya serta 4 yayasan Yatim piatu. " Kami ingin memperingati ulang tahun Gapensi ini dengan suasana yang beda dengan lainnya, kalau banyak mereka yang menggelar tasyakuran, kami sengaja memilih bakti sosial dengan membagikan paket sembako kepada warga yang membutuhkan, " ungkap Ketua BPC Gapensi Kab Mojokerto, H. Abdul Muchid, , kemarin (16/1). Kegiatan yang dipusatkan di kantor Gapensi, Jl. Raya Jabon tersebut, kontan saja
mendapat simpati warga sekitarnya. Apalagi Muchid, yang juga Ketua
PKNU setempat itu,Menjanjikan akan memberikan bantuan serupa di lain waktu. " Ini
mendadak, tapi kami ingin tidak pada ulang tahun saja memberikan bantuan seperti ini, mungkin di kesempatan lainnya kami bisa melakukannya, " janji Muchid. Selain itu, Gapensi juga kini peduli terhadap perekembangan olah raga. " Kami beberapa hari lalu juga membantu pelaksanaan turnamen bulu tangkis di Gedeg, " ujarnya. Semua
kegiatan bakti sosial maupun peduli olah raga, semata-mata bertujuan
agar Gapensi lebih dekat dengan masyarakat.Sementara itu menurut Effendi, Ketua Panitia Peringatan Ulang Tahun Gapensi ke 50, pihaknya dalam kegiatan bakti sosial tersebut menyerahkan sebanyak 100 paket sembako, terdiri dari beras 4 Kg, Gula
2 Kg dan Minyak goreng 1 Liter. " 60 paket diantaranya kita serahkan kepada warga miskin sekitarnya, sisanya untuk 4 Yayasan Panti Asuhan, " katanya. Selain itu, juga ada diserahkan 30 potong pakaian batik. Anggarannya selain diambilkan dari kas organisasi, juga urunan anggota. Nilainya sekitar Rp. 6 juta.
Read full story
 

My Blog List

Hello

SUARA MOJOSARI ONLINE © 2008 Business Ads Ready is Designed by Ipiet Supported by Tadpole's Notez